Persebaya Surabaya secara resmi menambah amunisi di lini belakang dan depan menjelang kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2025/2026.
Tim berjuang Bajol Ijo ini resmi menambah pemain asing baru yakni Risto Mitrevski dan Gali Freitas. Pengumuman dilakukan melalui akun media sosial resmi klub.
Risto dalam keterangannya melalui video ia menyatakan siap membela Green Force musim ini. "Halo Bonek dan Bonita, aku sekarang sama dengan kalian berdarah hijau. Sampai bertemu di Surabaya," ungkapnya.
Risto Mitrevski yang pada musim lalu bersama Dewa United FC, tampil dengan performa yang impresif. Ia mencatatkan 30 penampilan, dua gol, dua assist, serta membawa timnya mencatat 12 clean sheet dari total pertandingan. Bek tengah tersebut memiliki pengalaman banyak di Liga Eropa dan Asia.
Sementara Gali Freitas, merupakan pemain sayap dengan kecepatannya. Sebelumnya ia pernah memperkuat timnas Timor Leste U-16 dan senior.
Dia menjadi top skor AFF U-16 2019 dengan tujuh gol. Gali juga memperkuat PSIS Semarang pada musim 2023 dan terakhir bersama Bhayangkara FC mencetak total 12 gol dari 61 penampilan hingga pertengahan 2025.
Selain dua pemain asing baru itu, Koko Ari Araya juga dipastikan kembali ke Persebaya untuk musim depan. Dalam video singkatnya, Koko menyapa para suporter setia Persebaya. "Aku mbalek (red: kembali) Rek,".
Tidak hanya itu, Persebaya juga mengumumkan bahwa ada 15 pemain yang dipertahankan. Mereka adalah Andhika Ramadhani, Alfan Suaib, Arief Catur Pamungkas, Bruno Moreira, Dejan Tumbas, Dime Dimov, Ernando Ari Suyartadi, Flavio Silva, Francisco Rivera, Kadek Raditya, Malik Risaldi, Mikael Tata, Randy Hanson May, Rizky Dwi Pangestu, dan Toni Firmansyah.
Sebelumnya, Klub berjuluk Bajul Ijo itu mendatangkan dua pemain asing baru yakni Risto Mitrevski, bek asal Makedonia Utara, serta Gali Freitas, winger muda berbakat dari Timor Leste.
Pengumuman perekrutan disampaikan melalui akun resmi klub pada Selasa (3/6).
"Announcement of new players also began to be announced on social media," ujar Media Officer Persebaya Jonathan Yohvinno Thamrin saat dikonfirmasi.
Mitrevski yang musim lalu memperkuat Dewa United FC tampil solid dengan catatan 30 penampilan, dua gol, dua assist, dan berkontribusi dalam 12 clean sheet.
Bek kelahiran Skopje, 5 Oktober 1991 itu memiliki postur ideal 1,87 meter dan dikenal sebagai sosok tangguh dalam duel-duel udara maupun permainan bertahan.
Karir profesionalnya dimulai di Rabotnicki, Makedonia Utara lalu berlanjut ke berbagai klub di Eropa dan Asia seperti Sabah FC (Malaysia) dan Alashkert (Armenia). Dia bergabung dengan Dewa United pada 2022, bahkan sempat menjabat sebagai kapten tim.
Sementara itu, Gali Freitas yang baru berusia 21 tahun dikenal sebagai pemain cepat dan lincah. Dia mengisi posisi winger dan musim lalu bermain untuk PSIS Semarang, mencetak 12 gol dari 61 penampilan sejak bergabung pada 2023.
Pemain kelahiran Dili, 31 Desember 2004 itu sudah memperkuat Timnas Timor Leste dari level U-16 hingga senior, mencatatkan lebih dari 30 caps internasional dan menjadi top skor AFF U-16 2019 dengan tujuh gol.
Kehadiran Gali diprediksi akan menambah variasi serangan Persebaya dari sisi sayap, mengingat gaya bermainnya yang eksplosif dan penuh determinasi.
Sementara itu, Persebaya Surabaya resmi mengumumkan Eduardo Perez Moran sebagai pelatih baru pengganti Paul Munster yang kontraknya tidak diperpanjang.
Manajemen Persebaya telah menyiapkan tim kepelatihan barunya. Mereka tidak hanya mengganti Munster, tetapi juga mendatangkan asisten pelatih baru.
Selain Eduardo, Persebaya Surabaya juga bakal dibantu oleh kabinet kepelatihan, di antaranya ada nama Shin Sang-Gyu sebagai Asisten Pelatih.
Lalu Uston Nawawi sebagai asisten pelatih, dan Felipe Americo Martins Goncalves sebagai pelatih kiper.
Manajemen Persebaya sebenarnya sudah memberikan bocoran soal ini ketika mereka mengumumkan melepas Paul Munster.
Menurut mereka, manajemen tidak hanya mendatangkan head coach semata, namun juga pelatih kepala dan kabinet-nya. Kabinet itu tentu merujuk pada sosok-sosok asisten pelatih yang akan membantu head coach.
"Playing in Liga 1 and ASEAN club competitions will be a new challenge that must be faced with a new approach. To ensure Green Force can compete in two championships simultaneously," wrote Persebaya management in an official statement uploaded to Instagram on May 24th.
Eduardo Perez Moran Jadi Pelatih Kepala Persebaya yang Baru
Nama Eduardo Perez Moran sebenarnya sudah santer terdengar di telinga Bonek, para pendukung Persebaya.
Meskipun Persebaya baru hari ini mengumumkan nama Eduardo Perez Moran sebagai head coach.
Berbagai respons memang muncul dari Bonek. Ada yang merespons positif, ada juga yang meragukan kemampuan Edu -sapaan Eduardo Perez Moran.
Memang wajar jika ada yang meragukan kemampuan Edu. Sebab dalam profil Edu yang terdapat di Transfermarkt-situs referensi untuk melihat profil tim, pemain, dan pelatih sepak bola- pelatih asal Spanyol itu memang tidak banyak menangani tim sebagai head coach.
Selain itu, sebelum nama Edu muncul, ada beberapa pihak yang berusaha memanfaatkan isu agar Persebaya memilih sosok pelatih tertentu.
Sejak Paul Munster tidak diperpanjang oleh Persebaya, memang isu-isu liar berkembang di media sosial. Beberapa nama pelatih dikaitkan dengan Persebaya. Yang paling sering disebut tentu Stefano Cugurra alias Teco.
Sebelum Liga 1 berakhir, pelatih asal Brasil itu memang sudah mengumumkan dirinya bakal berpisah dengan Bali United di akhir musim.
Teco dikaitkan dengan Persebaya karena memang ia pernah menukangi Persebaya. Namun saat itu masih menjadi pelatih fisik mendampingi Jacksen F. Tiago. Nah, dalam perjalanannya Teco memang berhasil membuktikan diri bahwa dia mampu menjadi head coach.
Persebaya Menunjuk Asisten STY, Shin Sang Gyu Jadi Asisten Pelatih
Siapa lagi Kabinet Setelah Timnas yang ada di Persebaya? Selain Edu yang pernah menukangi Timnas Indonesia, manajemen Persebaya menunjuk Shin Sanggyu sebagai asisten pelatih.
Shin Sanggyu merupakan asisten pelatih Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. Sebelum melatih timnas Indonesia bersama STY, Sanggyu punya pengalaman malang melintang sebagai asisten pelatih level timnas.
Shin Sanggyu pernah mencatatkan diri sebagai pelatih Timnas Putra Korea Selatan (Korsel) U23 dan Timnas Putri Korsel U20. Di timnas putri Korsel U20, Shin Sanggyu bahkan pernah merasakan Piala Dunia 2016.
Shin Sanggyu juga pernah mendapatkan kepercayaan menjadi pelatih timnas senior Korsel. Saat itu ia turut merasakan membawa timnas senior Korsel berlaga di Asian Games 2014 dan Olimpiade Brasil 2016.
Selain itu Shin Sanggyu juga pernah berada di Timnas Tiongkok U23. Saat itu ia berkesempatan bersama pelatih legendaris Belanda, Guus Hiddink.
Profil Eduardo Perez Moran
Edu yang lahir pada 2 Desember 1976 di Madrid, Spanyol, memang jarang menjadi head coach. Latar belakangnya adalah seorang kiper. Namun selama menjadi asisten pelatih, Edu sebenarnya merupakan aktor intelektual di balik strategi tim yang dia bela.
Meskipun hanya sebagai asisten pelatih, namun Edu pernah merasakan berada di tim-tim yang punya nama besar. Ia mengawali karier kepelatihannya di klub Girona, Spanyol.
Dari Spanyol, ia kemudian banyak menimba pengalaman kepelatihan di liga-liga Timur Tengah. Ia pernah berada di balik strategi Al Jazira (Uni Emirat Arab).
Setelah dari Al Jazira, ia kemudian diajak Luis Milla untuk menukangi timnas Indonesia. Sebelum Milla cabut dari timnas, Eduardo lebih dulu memilih kembali ke Timur Tengah. Ia menjadi asisten pelatih di Al Saad yang bermain di Liga Qatar. Di sinilah, Edu kemudian punya kedekatan cukup intens dengan Xavi Hernandez.
Setelah di Al Saad, Edu kembali ke Indonesia. Ia mendapatkan kepercayaan di tim kepelatihan Persija Jakarta. Petualangannya kemudian berlanjut dengan menjadi head coach di PSS Sleman.
Benar, Edu tidak lama menjadi pelatih kepala di PSS. Informasi yang beredar saat itu menyebutkan bahwa dia mengundurkan diri bukan karena prestasi tim tetapi karena adanya konflik internal.
Setelah PSS, Edu kembali ke Spanyol. Melatih Villarrobledo. Dari sana kemudian ia banyak berada di Amerika Serikat untuk mengembangkan akademi dari tim Brooklyn United.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar