Perpolitikan di Amerika Serikat (AS) memanas ketika dua pria prominen, Presiden Donald Trump dan CEO Tesla Elon Musk, berseteru.
Dua pria tersebut awalnya merupakan sekutu. Musk mendukung Trump untuk memenangkan Pemilihan Presiden AS dan mengobarkan kampanye yang masif, terutama di platform media sosial X yang dimilikinya.
Sebaliknya, Trump berulangkali memuji Musk. Dan ketika terpilih menjadi Presiden AS, Trump mengangkat Musk ke dalam dewan penasihat. ad hoc Departemen Efisiensi Pemerintahan atau DOGE untuk efisiensi anggaran negara.
Pada upacara pelantikan Trump, Musk menerima pujian yang melimpah dari sang presiden: "Kita memiliki bintang baru. Seorang bintang telah lahir. Elon!"
Jagad internet bahkan menyebut keduanya menjalin persahabatan bromance alias hubungan persahabatan yang sangat akrab antara dua pria atau lebih seakan-akan adalah seperti kakak-beradik.
Namun, kini Trump dan Musk justru saling mencaci. Perseteruan kedua tokoh tersebut ramai diperbincangkan oleh publik "Negeri Paman Sam".
Beberapa analisis telah memperkirakan bahwa hubungan dekat Trump dan Musk akan berakhir cepat atau lambat. Kejutannya adalah, permusuhan keduanya terjadi lebih cepat.
Escalasi keretakan hubungan Musk dan Trump terjadi dengan sangat cepat. Dari yang awalnya mesra hingga berubah saling caci, berikut kronologi konflik antara Trump dan Musk.
Retakannya
Retakan hubungan antara Trump dan Musk dimulai dari ketidaksetujuan Musk terhadap beberapa aspek dalam rancangan undang-undang (RUU) tentang pajak dan belanja negara.
RUU seberat 1.038 halaman tersebut mengusulkan ratusan perubahan dan dibahas di Senat, mencakup kebijakan pemotongan pajak dan peningkatan belanja pemerintah.
Dilansir dari NBC News RUU yang dimaksudkan untuk memuluskan berbagai agenda domestik Trump itu diproyeksikan akan menambah utang 2,4 triliun dollar AS dalam 10 tahun mendatang.
Hal lain yang dipermasalahkan oleh Musk adalah rencana untuk menaikkan pagu utang federal dari 4 triliun dolar AS menjadi 40 triliun dolar AS.
Dalam wawancara dengan CBS News Yang ditayangkan pada Selasa (27/5/2025) malam, Musk dengan terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap RUU tersebut.
"Saya kecewa melihat RUU pengeluaran besar ini yang malah meningkatkan defisit anggaran, bukan menguranginya, dan itu melemahkan pekerjaan tim DOGE," ujar Musk.
Musk berpendapat bahwa pemerintah harus berusaha mengurangi defisitnya dan menaikkan batas utang akan memungkinkannya melakukan hal yang sebaliknya.
Bahkan, dia menyebut RUU andalan Trump tersebut sebagai "undang-undang indah yang besar".
Musk mengatakan, kebijakan ini bertentangan dengan misi DOGE yang ia pimpin.
"Saya rasa ini justru merusak kerja keras yang sudah kami lakukan," ujarnya, sebagaimana dilansir AFP .
Musk keluar dari DOGE
Satu hari setelah wawancaranya dengan CBS News , Musk mundur sebagai pegawai pemerintah khusus di DOGE pada Rabu (28/5/2025). Kepergian Musk dari pemerintahan dilakukan secara mendadak.
Menurut sejumlah sumber kepada Reuters , Musk disebut tidak melakukan pembicaraan resmi dengan Trump sebelum mengumumkan kepergiannya.
Di sisi lain, Trump justru memberi sinyal bahwa Musk tak akan benar-benar pergi jauh dari pemerintahan.
"Dia akan tetap datang dan pergi," ujar Trump pada Jumat (30/5/2025), sambil menyerahkan sebuah kunci emas simbolis kepada Musk, sebagai penghargaan atas kontribusinya dalam mereformasi birokrasi pemerintah AS melalui DOGE.
"Dia telah memimpin program reformasi pemerintahan paling signifikan dalam beberapa generasi," tambah Trump.
Kritikan keras
Setelah keluar dari pemerintahan, Musk justru semakin keras mengkritik RUU pajak dan belanja negara andalan Trump.
Dalam serangkaian unggahan di platform media sosial X pada Selasa (3/6/2025), Musk menyatakan bahwa RUU tersebut menjijikkan, sebagaimana dilansir Newsweek .
"Maaf, tetapi saya tidak tahan lagi. RUU belanja Kongres yang sangat besar, keterlaluan, dan penuh tipu daya ini adalah kekejian yang menjijikkan. Malu pada mereka yang memilihnya: Anda tahu Anda salah," tulis Musk.
Dia juga menuduh anggota parlemen dengan sengaja memberikan suara untuk RUU yang akan membengkakkan defisit anggaran "Negeri Paman Sam".
"Kongres membuat AS bangkrut," tulis Musk.
Dia juga memperingatkan bahwa RUU tersebut akan membuat penduduk AS terbebani dengan utang yang sangat tidak berkelanjutan.
Puncak ketegangan
Puncak ketegangan terjadi pada Kamis (5/6/2025) waktu setempat.
Dalam pidato di Ruang Oval Gedung Putih, Trump menyampaikan kritik pedas terhadap Musk, yang sebelumnya dikenal sebagai pendukung sekaligus donatur kampanyenya.
"Saya sangat kecewa dengan Elon. Saya telah banyak membantu Elon," ujar Trump dengan nada tinggi di hadapan Kanselir Jerman Friedrich Merz, sebagaimana dikutip AFP .
Trump juga menyatakan bahwa hubungan mereka saat ini sedang berada di titik kritis.
"Elon dan saya memiliki hubungan yang hebat. Saya tidak tahu apakah kami akan tetap seperti itu lagi," kata Trump.
Presiden AS berusia 78 tahun tersebut bahkan menyebut Musk "gila" dan mengeklaim bahwa bos Tesla dan SpaceX itu diminta mundur dari jabatannya DOGE.
Dia menambahkan, kondisi fisik Musk yang semakin kurus menjadi salah satu alasannya.
Pernyataan Trump langsung dibalas oleh Musk melalui platform media sosial miliknya, X. Ia menyebut Trump sebagai pribadi yang tidak tahu berterima kasih.
Tegangan semakin meningkat ketika Musk menyatakan bahwa Trump tidak akan dapat memenangkan pemilihan presiden AS 2024 tanpa bantuan darinya.
Dia bahkan menyatakan persetujuannya atas seruan pemakzulan Trump dari seorang pengguna X, hanya dengan satu kata: "Ya".
Selain itu, Musk juga mengecam kebijakan tarif global ala Trump yang dinilai dapat memicu resesi ekonomi.
Trump tidak mau perdamaian
Trump, dalam wawancara dengan NBC News pada Sabtu (7/6/2025), menegaskan tidak berniat memperbaiki hubungannya dengan Elon Musk.
"Saya rasa begitu, ya," kata Trump singkat ketika ditanya apakah hubungannya dengan Musk sudah berakhir.
Trump menyatakan Musk tidak menghormati institusi kepresidenan dan menilai komentar serta sikap pemimpin Tesla itu sebagai tindakan yang tidak layak.
"Pikirkan itu sebagai hal yang sangat buruk, karena dia sangat tidak menghormati. Anda tidak boleh tidak menghormati jabatan Presiden," kata Trump.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar