
-Sebagai makhluk manusia, pasti kamu memiliki tujuan atau mimpi yang ingin diraih dalam kehidupan. Untuk mewujudkannya, kamu pasti melakukan berbagai upaya dan mengorbankan banyak hal.
Berbagai upaya yang dilakukan bisa meliputi usaha fisik, pikiran, tenaga bahkan dana guna mencapai impian yang kamu idamkan. Dalam kehidupan sehari-hari, kamu mungkin juga berusaha untuk menjadi lebih produktif dan mengisi hari dengan aktivitas yang bermanfaat bagi masa depanmu.
Menjadi produktif tentu merupakan hal yang baik, dan kata produktif sendiri biasanya dikaitkan dengan sesuatu yang positif. Namun, terlalu berlebihan dalam mengutamakan produktivitas dapat membawa kamu ke arah toxic productivity.
Segala sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik, termasuk dalam bersikap produktif. Keadaan ini terjadi ketika seseorang memiliki obsesi yang tidak sehat terhadap produktivitas dan mengancam kesehatan fisik maupun mental mereka selama prosesnya.
Baik secara sadar maupun tidak, kamu mungkin termasuk dalam kategori orang yang mengalami produktivitas toksik. Berdasarkan informasi dari Atlassian dan Asana, berikut ini 7 cara untuk menghentikan produktivitas toksik:
1. Atur Prioritas Pekerjaan
Cara pertama untuk menghentikan toxic productivity adalah dengan menetapkan prioritas pekerjaan. Ketika kamu terjebak dalam toxic productivity, kamu merasa harus selalu produktif dan melakukan segalanya sekaligus tanpa henti dan tanpa jeda.
Anda perlu menentukan mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu atau yang paling mendesak. Anda dapat mengatur waktu untuk menyelesaikan pekerjaan penting dalam beberapa jam, lalu mengerjakan hal-hal yang memiliki prioritas lebih rendah.
2. Sisipkan Istirahat dalam Jadwal
Cara kedua untuk menghentikan toxic productivity adalah dengan menyisipkan istirahat dalam jadwal yang kamu buat. Sebagai seseorang yang mengalami toxic productivity, mungkin kamu memenuhi jadwalmu dengan berbagai aktivitas produktif yang padat.
Hal ini dapat kamu ubah dengan memulai mengatur jeda. Baik di kantor, kampus maupun di rumah, kamu perlu beberapa menit di tengah kesibukan untuk mengambil napas dan meredakan pikiran.
3. Usahakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi
Trik ketiga untuk menghentikan produktivitas yang berbahaya adalah menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Kamu dapat menghindari membawa tugas ke rumah dan tidak terlalu sering bekerja lembur di kantor.
Jika dihubungi oleh atasan di luar jam kerja, kamu bisa mulai mengabaikan atau meresponsnya dengan terlambat. Ubah kebiasaan kecil yang biasa kamu lakukan agar selalu berusaha produktif, sehingga hidup menjadi lebih rileks, tetapi tetap berada di jalur yang benar untuk karier.
4. Tentukan Tujuan Realistis
Langkah keempat yang dapat kamu lakukan untuk menghentikan produktivitas yang beracun adalah menetapkan tujuan yang realistis. Tujuan dalam karier atau pendidikan tidak perlu terlalu tinggi hanya karena kamu melihat prestasi luar biasa dari orang lain.
Memiliki impian yang tinggi adalah hal yang baik, tetapi juga penting untuk membentuk rencana yang realistis. Kamu dapat mengenali diri sendiri dan menetapkan waktu yang wajar bagi kamu untuk mencapai hasil tertentu.
5. Tetapkan Waktu Luang Khusus
Cara kelima yang dapat kamu lakukan untuk berhenti dari produktivitas yang toksik adalah dengan menetapkan waktu luang khusus. Sebagai seseorang yang mengalami produktivitas yang toksik, mungkin kamu selalu ingin melakukan aktivitas yang produktif.
Untuk mengakhiri kebiasaan tersebut, kita perlu menyisihkan waktu di antara jeda istirahatmu untuk tidak melakukan hal yang penting. Kamu tidak perlu membersihkan seluruh kamar mandi, berlari maraton beberapa kilometer, atau menyalin ulang catatan. Kamu bisa berbaring di tempat tidur, memainkan ponselmu, atau menonton film tanpa harus memikirkan apa pun.
6. Kelola Penyebab Utama
Langkah keenam yang dapat kamu lakukan untuk berhenti dari kebiasaan produktivitas yang tidak sehat adalah mengelola akar masalahnya. Hal ini bisa berasal dari peristiwa di masa lalu, kurangnya kepercayaan diri, rasa iri terhadap kondisi finansial, dan masih banyak lagi penyebab lainnya.
Jika kamu merasa penyebab psikologis ini terlalu berat, kamu dapat berkonsultasi dengan ahli. Dengan mengatasi akar masalahnya, kamu mungkin bisa lebih jelas dalam berpikir dan menyusun kembali kehidupan yang produktif namun tetap sehat.
7. Kurangi Memperhatikan Orang Lain
Langkah ketujuh untuk berhenti dari produktivitas yang tidak sehat adalah dengan mengurangi membandingkan diri dengan orang lain. Salah satu penyebab seseorang terus-menerus bekerja berlebihan adalah melihat orang lain yang memiliki prestasi luar biasa.
Ingatlah bahwa takdir dan kemampuan setiap individu berbeda. Kurangi mengamati dan terlalu memikirkan prestasi orang lain, tutup aplikasi media sosialmu dan fokus pada dirimu sendiri. Hargai usaha yang telah kamu lakukan tanpa perlu menambah tugas agar tidak merasa tertinggal.
Tujuh hal di atas adalah beberapa metode yang dapat kamu terapkan untuk menghentikan toxic productivity. Jika kamu merasa termasuk dalam kelompok orang yang mengalami toxic productivity, kamu bisa mencoba menerapkan satu per satu cara di atas hingga kamu berhasil melepaskan diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar