Gelagat Mencurigakan, Terungkap Motif Penjaga Kost Mondar-mandir di Depan Kamar Diplomat Daru

Gelagat Mencurigakan, Terungkap Motif Penjaga Kost Mondar-mandir di Depan Kamar Diplomat Daru

Misteri Kematian Diplomat Muda yang Ditemukan dengan Wajah Terlilit Lakban

Kasus kematian Arya Daru Pangayunan (ADP), seorang diplomat muda dari Kementerian Luar Negeri, masih menjadi teka-teki. Jasadnya ditemukan dalam kondisi yang mencurigakan di kosannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7/2025) pukul 08.30 WIB. Keadaan tubuh ADP menunjukkan bahwa wajahnya ditutupi dengan lakban dan dililit oleh plastik perekat. Hal ini memicu berbagai spekulasi tentang penyebab kematiannya.

Beberapa hari setelah kejadian, rekaman CCTV mulai mengungkap aktivitas korban sebelum ia ditemukan meninggal. Rekaman tersebut menampilkan pergerakan penjaga kos di depan kamar ADP nomor 105. Pada pukul 00.27 WIB, penjaga kos terlihat mondar-mandir sambil menggunakan ponsel. Ia tampak tidak memakai baju, hanya mengenakan sarung dan memegang pakaian putih di pundak kirinya. Beberapa kali ia melihat ke arah kamar ADP, lalu kembali berjalan.

Rekaman CCTV juga menunjukkan perubahan arah kamera yang membuat pintu dan jendela kamar ADP tidak terlihat jelas pada malam sebelum kejadian. Namun, pada pagi harinya, kamera menyorot jelas pintu dan jendela. Perubahan ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah ada intervensi atau manipulasi terhadap kamera pengawas.

Aktivitas Terakhir ADP Sebelum Kematian

Dari rekaman CCTV, diketahui bahwa ADP terlihat keluar dari kamar indekosnya pada Senin (7/7/2025) pukul 23.24 WIB. Ia membawa kantong kresek hitam di tangan kiri, lalu membungkuk mengambil sandal sebelum kembali masuk ke kamar. Tak lama berselang, ia kembali keluar, kali ini dengan kantong plastik di tangan kanan. Ia menyusuri lorong indekos menuju pintu di ujung koridor.

Pada pukul 23.25 WIB, ADP kembali terlihat tanpa membawa kantong plastik. Ia mengenakan kemeja berlengan pendek dengan kancing terbuka, lalu masuk ke kamar pada pukul 23.26 WIB. Aktivitas ini menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan.

Penjaga Kos dan Tindakan yang Dilakukan

Penjaga kos terlihat kembali di depan kamar ADP pada pukul 05.20 WIB. Ia mengenakan kemeja putih dan celana pendek, serta membawa sapu. Ia sempat menatap ke arah jendela kamar, lalu berbalik arah. Menurut informasi dari Kabid Humas Polda Metro Jaya, kehadiran penjaga kos ke kamar ADP disebabkan oleh permintaan dari istri korban. Istri ADP terakhir kali berkomunikasi dengan suaminya pada Senin (7/7/2025) sekitar pukul 21.00 WIB.

Penemuan Jasad ADP

Rekaman CCTV pada Selasa (8/7/2025) pukul 07.37 WIB menunjukkan penjaga kos bersama seorang lainnya membuka paksa jendela kamar ADP. Mereka menggunakan alat untuk mencongkel jendela, sementara salah satu dari mereka merekam proses tersebut. Setelah berhasil membuka jendela, penjaga kos mencoba memasukkan tubuhnya melalui celah untuk menjangkau kunci dari dalam. Namun, upaya ini gagal karena pintu kamar menggunakan sistem smart lock yang hanya bisa diakses oleh ADP.

Setelah beberapa saat berusaha, mereka akhirnya berhasil membuka pintu dari dalam. Ketika masuk ke kamar, mereka langsung keluar dalam keadaan panik dan mencari bantuan. Di dalam kamar, mereka menemukan ADP dalam kondisi meninggal dunia, kepala terlilit lakban, dan tubuh tertutup selimut.

Perubahan Arah Kamera dan Pertanyaan yang Muncul

Arah kamera CCTV bergeser pada Senin malam pukul 23.24–23.26 WIB. ADP terlihat keluar dan masuk kamar, namun pintu serta jendela tidak terekam jelas karena posisi kamera yang bergeser. Sementara itu, pada rekaman Selasa pagi, kamera menyorot jelas pintu dan jendela kamar ADP. Hal ini menimbulkan dugaan adanya perubahan arah kamera sebelum kejadian. Penyidik masih mendalami hal ini untuk memastikan kejadian tersebut menjadi utuh dan dapat dibuktikan secara ilmiah.

Proses Penyelidikan dan Kesimpulan

Polisi menargetkan penyelidikan kasus kematian ADP rampung dalam waktu satu minggu. Bukti-bukti seperti CCTV, hasil otopsi, dan data digital akan dipelajari secara mendalam. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto menyatakan bahwa semua alat bukti akan diperiksa secara laboratoris untuk memperkuat fakta-fakta yang ada.

Empat saksi telah diperiksa, termasuk pemilik indekos, penjaga, tetangga kamar, dan istri korban. Barang bukti yang diamankan meliputi lakban, kantong plastik, dompet, sarung, dan pakaian korban. Polisi juga menemukan obat-obatan seperti obat sakit kepala dan obat lambung di dalam kamar ADP. Namun, belum ada indikasi kaitan obat-obatan tersebut dengan penyebab kematian.

Satu hal yang masih menjadi tanda tanya adalah sidik jari ADP yang ditemukan pada permukaan lakban. Meskipun demikian, penyidik belum dapat memastikan apakah lakban itu dipasang sendiri oleh korban atau oleh pihak lain. Penyelidikan masih terus berjalan, dengan penyidik mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk memastikan penyebab pasti kematian sang diplomat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar